Home / WISATA

Senin, 16 Oktober 2017 - 10:18 WIB

Wift Dijadikan Momentum Populerkan Kembali Batu Bacan di Malut.

Desa Merdeka – Ambon. Para pengrajin batu bacan di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) akan memanfaatkan penyelenggaraan lomba mancing internasional atau Widi International Fishing Tournament (WIFT) di daerah itu sebagai momentun mempopulerkan kembali batu bacan.

“Kami akan mengupayakan melalui penyelenggaraan WIFT pada 25-29 Oktober 2017, bukan hanya potensi wisata mancing yang populer di dalam dan luar negeri, tetapi juga batu bacan sebagai salah satu batu mulia terbaik di dunia,”kata salah seorang pengrajin batu bacan di Halmahera Selatan Jofan Muale di Ternate, Minggu.

Untuk mewujudkan hal itu, para pengrajin batu bacan di Halmahera Selatan akan ikut ambil bagian dalam kegiatan expo maritim yang digelar dalam rangkaian penyelenggaraan WIFT dengan menampilkan berbagai kerajinan batu bacan, yang diharapkan dapat dibeli sebagai cendera mata oleh para pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga :  Lulusan Pariwisata, Mesti Bisa Diberdayakan di Desa Masing-Masing

Ia mengatakan, batu bacan beberapa tahun lalu banyak diburu penggemar batu mulia, baik dari dalam maupun luar negeri, bahkan saat itu setiap pejabat penting dari Jakarta, termasuk para pengusaha yang datang ke Maluku Utara selalu mencari batu bacan, baik dalam bentuk cincing, kalung maupun asesoris lainnya.

Harga batu bacan saat itu sangat mahal, untuk batu bacan dalam bentuk cincin dengan kualitas proses misalnya mencapai Rp 5 juta – Rp10 juta perbuah, sedangkan yang kualitas super yakni warnanya hijau bening seperti air bisa mencapai Rp50 juta – Rp100 juta perbuah, sehingga para pengrajin dan penambang batu bacan bisa mendapatkan keuntungan bersih minimal Rp 50 juta perbulan.

Baca Juga :  Kunjungan ke Bromo Bakal Dibatasi, Sistem "Booking Online" Diterapkan

Populernya batu bacan saat itu, Menurut Jofan, ikut pula mengangkat jenis batu mulia lainnya di Maluku Utara, seperti batu obi dari Pulau Obi, yang terkenal dengan keindahan warnanya dan batu Jahanam dari Loloda, Halmahera Utara yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dalam.

Tetapi belakangan ini, popularitas batu bacan semakin turun ditandai dengan sepinya pembeli batu bacan, demikian pula harganya terus merosot, untuk batu bacan kualitas super misalnya, meski ditawarkan dengan harga Rp 30 jutaan, sulit untuk mendapatkan pembelinya.

“Kami mengharapkan Pemkab Halmahera Selatan dan berbagai pihak terkait lainnya terus mengagendakan berbagai kegiatan, yang dapat memberi kontribusi bagi kembali populernya batu bacan,”katanya menambahkan. (AN/KT)
Sumber : ANTARA. www.kabartimur.co.id
15 Oktober 2017.

Share :

Baca Juga

WISATA

Es Cendhol "Moro Seneng" Kudus Jan Ngengeni !!!!!

DAERAH & DESA

IRI : PENAMBANG BATU GIOK JANGAN DILARANG TAPI DIATUR

DAERAH & DESA

Tradisi Unik, Warga Dusun Kasuran Dilarang Tidur Beralaskan Kasur Kapas

WISATA

Menjelajah Masa Lalu di Bekas Pabrik Gula Colomadu Karanganyar Jawa Tengah

WISATA

Resolusi Traveling Buat Para Traveler di Tahun 2017

WISATA

Kepulauan Kei, Keindahan Terpencil di Maluku Tenggara

WISATA

Alamat Dan Harga Tiket Masuk The Village Purwokerto, Wisata Hits di Baturraden
Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membatasi kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo

DAERAH & DESA

Kunjungan ke Bromo Bakal Dibatasi, Sistem “Booking Online” Diterapkan
WhatsApp WhatsApp Redaksi