Home / DAERAH & DESA

Minggu, 7 Agustus 2016 - 17:40 WIB

Tasikmalaya: Kecamatan-Desa Tak Tahu Pencairan Dana Hibah

Desa Merdeka – Tasikmalaya : Pemerintah kecamatan dan desa mengklaim sudah menempuh prosedur yang benar dalam menyeleksi proposal permohonan bantuan hibah dan bansos sebelum direkomendasikan ke pemerintah daerah.

Camat Leuwisari Nurdin SIP menerangkan pihaknya selalu menyeleksi permohonan bantuan hibah bansos dari kelompok usaha bersama (kube), kelompok tani atau yayasan sebelum direkomendasikan ke pemerintah daerah. “Ditandatangani terlebih dahulu baik oleh kelompoknya, kemudian oleh desa dan ditandangai oleh kecamatan,” ujar Nurdin saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon kemarin.

Namun dalam proses pencairannya, lanjut dia, pihaknya tidak diberitahu kembali oleh penerima. Padahal informasi pencairan hibah itu penting diketahui pihaknya. Bukan bermaksud ingin diberi oleh penerima hibah, tetapi lebih kepada untuk pengawasan penggunaan dananya.

Baca Juga :  Gubernur Jawa Tengah Respon Pendirian SPDN Di Kedungmutih

Di Kecamatan Leuwisari sendiri, kata dia, tidak ditemukan masalah penggunaan hibah dan bansos yang tidak sesuai dengan peruntukannya. “Dalam setiap kegiatan sosialisasi, pengajian dan rapat di kecamatan kami selalu mewanti-wanti kepada masyarakat,” ungkap dia.

Wawancara terpisah, Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya Panji Permana SH menambahkan tahap awalnya kelompok usaha, tani dan yayasan yang ingin mendapatkan dana hibah selalu meminta persetujuan dari desa. Pemerintah desa pun sudah selektif mempertanyakan legalitas kelompok tersebut. “Ke desa itu hanya mengajukan saja dan diketahui desa. Masalah dikabulkan untuk pencairannya tergantung pemberi anggaran di dinas terkait,” ujarnya.

Baca Juga :  Sumut Tawarkan Proyek Pengembangan KA ke Korea

Namun masalahnya sama dengan di kecamatan. Setelah menerima dana hibah, biasanya kelompok tersebut tidak memberitahukan desa.

Apdesi, kata dia, akan membahas soal dana hibah yang tidak sesuai peruntukkannya itu agar tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan masyarakat di kemudian hari. |indopos.co.id|

Share :

Baca Juga

DAERAH & DESA

Jalan Pegunungan Hunitetu ke Hukuanakota Menyisakan Derita, Wakil Bupat: Sudah masuk Prìoritas.

DAERAH & DESA

76 Orang Siap Ikut Ujian Paket C di Minsel

DAERAH & DESA

Desa Kema Tiga Minut Siap Laksanakan Pilhut

DAERAH & DESA

Sudah Tahu? Ternyata Ada Kampung Albino di Garut

DAERAH & DESA

Tiap Desa Terima 750 Juta Pada Tahun 2015

DAERAH & DESA

KEMBALI BALON HUKUM TUA MINUT KELUHKAN TEST UJI KOMPENTENSI MINUT YANG TIDAK OBJEKTIF

DAERAH & DESA

Sukseskan Asian Games 2018, Kabupaten OKI Komit Cegah Karhutla di Sumsel

DAERAH & DESA

Dusun Ini, Ada Tradisi Damar Kurung saat Lebaran
WhatsApp WhatsApp Redaksi