Home / DAERAH & DESA / HEADLINE

Senin, 15 Januari 2018 - 11:59 WIB

Tanggulangi Rob, Pembangunan Tanggul Raksasa Segera Dilaksanakan

Desa Merdeka – Pekalongan : Pembangunan tanggul raksasa yang membentang dari Sungai Sragi hingga Jeruksari, Kecamatan Tirto segera cepat dilaksanakan. Pasalnya hal demikian sudah ditunggu-tunggu masyarakat pesisir Kota Santri, terutama di daerah Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Permintaan Percepatan pembangunan tanggul raksasa yang tujuannya menanggulangi luapan air laut atau rob di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Moh Nurkholis, Minggu (14/1).

Menurutnya, apa-apa yang dibutuhkan baik dari segi administrasi, kajian teknis atau hal yang diperlukan dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan tanggul raksasa tersebut diharapkan segera disiapkan. Sehingga pelaksanaan pembangunan bisa segera dilaksanakan.

“Hari ini, rob di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto mulai naik lagi. Ketinggiannya bervariasi, antara lutut orang dewasa hingga mata kaki. Ketinggian genangan itu tergantung kawasannya termasuk rendah atau tinggi. Tapi yang jelas saat ini rob mulai naik. Warga juga mengharapkan pembangunan tanggul agar bisa secepatnya bisa dilaksanakan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Proyek pembangunan penanggulangan bencana banjir dan rob, berupa tanggul raksasa senilia Rp 496 miliar di Kabupaten Pekalongan, sudah resmi dimulai dengan ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Diretorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum RI dan kontraktor, di lokasi bencana banjir rob, yakni Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, secara langsung menyaksikan penandatanganan tersebut pada Desember 2017 lalu.

Baca Juga :  RAKOR PERSIAPAN TMMD SENGKUYUNG I WILAYAH KODIM 0716/DEMAK

Kepala BBWS, Ruhban Ruzziyatna mengungkapkan, bahwa dalam paket pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan akan dilaksanakan selama 720 hari kerja, yang dimulai tanggal kontrak 14 Desember 2017 dan akan berakhir pada tanggal 4 Desember 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 496 miliar.

Menurutnya paket pekerjaan tersebut meliputi, pekerjaan normalisasi sungai, long storage dan tanggul, parapet, pengadaan pompa, rumah pompa, dan colletor drain. “Kami harapkan paket pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Untuk itu kami mohon masyarakat dapat mendukung dan membantu proses pekerjaan ini, dimana nantinya dapat ikut memelihara serta menikmati hasil pekerjaan tersebut,” ungkap Ruhban.

Baca Juga :  Hari ini Presiden akan tinjau Stadion Gelora Bung Karno

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, bahwa pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan akan dimulai dari sungai baru Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan dan akan berakhir di wilayah Keluarahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara dengan panjang 6 kilometer.

Menurutnya proyek pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan adalah lanjutan dari proyek sebelumnya, yang sudah diawali pembangunannya oleh Kabupaten Pekalongan. Berupa tanggul melintang sepanjang 850 meter di Desa Mulyorejo, yang saat ini sudah berfungsi, dan bisa meredam banjir di Desa Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo.

“Kami harap dengan adanya pekerjaan pengendalian banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan senilai Rp 496 miliar ini, maka pada tahun 2019 mendatang, wilayah Kabupaten Pekalongan khususnya Kecamatan Tirto dan Wonokerto, tidak ada lagi musibah banjir rob,” kata Bupati Asip.

Sumber : Suara Merdeka

Share :

Baca Juga

Kebijakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa 2016

HEADLINE

KEBIJAKAN DANA DESA TA 2016

HEADLINE

Jokowi Pilih “Mundur” Ketimbang Jawab Panama Papers

DAERAH & DESA

Ini Diduga Penyebab Anggota Polres Karawang Tembak Kepala Sendiri

HEADLINE

KPK Gadungan Gentanyangan di Jatim Minta Uang Kepada Kepala Desa

HEADLINE

Waspada, obat ilegal semakin marak

HEADLINE

Berita-Berita Media Berlebihan Tentang MBD Dapat merugikan Rakyat. MBD SIAP MENJADI Provinsi Baru

DAERAH & DESA

KEMBALI BALON HUKUM TUA MINUT KELUHKAN TEST UJI KOMPENTENSI MINUT YANG TIDAK OBJEKTIF

HEADLINE

Menteri Disurati Pengembalian Nama Zawiyah Cot Kala
WhatsApp WhatsApp Redaksi