Home / HEADLINE / SIARAN PERS

Rabu, 1 Juni 2016 - 01:46 WIB

Sikap Tegas Komunitas Perokok Bijak Tolak FCTC

Desa Merdeka – Jakarta : Hari tanpa Tembakau Internasional yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2016, menurut komunitas Perokok Bijak tidak layak diperingati karena ini adalah agenda besar dunia Mematikan Tembakau, publik Indonesia harus memahami agenda-agenda tersembunyi dari gerakan gerakan yang dilakukan dari masyarakat dunia. Tidak semua kesepakatan dunia harus masuk dalam kebijakan Indonesia.

Saat ditemui kontributor Desa Merdeka Ario Sanjaya selaku sekretaris Perokok Bijak mengatakan bahwa, perokok sangat paham perlindungan anak, sangat paham memberikan hak udara bersih bagi bukan perokok. tetapi kami tidak memahami kenapa gerakan anti rokok menggunakan anak-anak dalam melakukan aksinya, kenapa anti rokok gencar beriklan dengan gambar rokok, dan juga gencar mendiskreditkan perokok dengan memberikan data data yang nggak valid dan tendensius

Baca Juga :  Otonomi Desa Adat di Bali Terancam UU Desa

Perokok bijak mengajak seluruh elemen petani tembakau cengkeh, pekerja industri rokok, pedagang rokok, pengusaha rokok dan perokok untuk bersama sama membangun sinergitas untuk perlawanan terhadap semua usaha yang ingin membunuh potensi ekonomi Indonesia dalam industri hasil tembakau.

Perokok bijak mengharapkan para perokok untuk merokok dengan cara yang beretika dan beradab sehingga tahu kapan dan dimana kita merokok. tanggapan ketua umum perokok bijak tentang rencana pemerintah indonesia akan memberlakukan kemasan polos.

“Ini sangat tidak logis, Indonesia sedang melakukan tuntutan kebijakan kemasan polos Australia di WTO tapi pada saat yang sama mewacanakan kebijakan kemasan polos di Indonesia. Bagi perokok, kemasan polos merupakan  pelanggaran hak konsumen untuk mendapatkan informasi produsen produk dan kualitas produk yang kami beli. Kami akan kesulitan membedakan mana produk asli dan produk palsu karena tampilannya sama. Hal ini jelas merugikan kami para perokok,” jelas Suryokoco, Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak.

Baca Juga :  Bantuan Stimulan Kemendes Dongkrang Ekonomi Desa

Suryokoco menambahkan bahwa saat ini kebijakan kemasan polos di Australia terbukti meningkan jumlah produk rokok ilegal yang merugikan konsumen dan negara dengan tidak terbayarnya cukai. Menurutnya, peringatan kesehatan bergambar yang telah diterapkan di Indonesia sudah cukup dalam menginformasikan kepada masyarakat resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok, dan cukup mengganggu kenikmatan perokok.

 

Share :

Baca Juga

Bumdes

HEADLINE

Pemerintah Dorong Program Ini Agar Masyarakat Desa Sejahtera

HEADLINE

Mimpi Untuk Indonesiaku

HEADLINE

Konglomerat kaya jadi Penasehat Panglima TNI

HEADLINE

Pilkada 2018 Maluku Butuh Pemimpin Kepala Terisi

HEADLINE

Bappenas tetapkan Desa Sari Bima percontohan Bumdes

HEADLINE

Anwar Sanusi : Inkubasi Inovasi Dorong Desa Tingkatkan Ekonomi

HEADLINE

Sony Harry : Membangun Desa Adalah Membangun Konektivitas

POLITIK & HUKUM

Mari Katong Jadi Tuan di Negeri Sendiri.
WhatsApp WhatsApp Redaksi