Home / WARNA WARNI

Rabu, 4 Maret 2015 - 00:40 WIB

PEMBANGUNAN DESA MARITIM

Ambon-Desamerdeka .Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah terdiri dari 70% adalah merupakan wilayah laut. Pembangunan desa maritim merupakan suatu ide baru yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pengembangan dan kemajuan desa-desa di Indonesia diwilayah pesisir/ daerah pantai. Dan bila kita inginkan agar Indonesia menjadi pusat kemaritiman di Asia Tenggara, maka pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah bukan hanya berfokus pada area Pesisir /Pantai tapi juga harus berorintasi kepada Pesisir, laut serta daratan karena saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Pembangunan Pesisir, Laut dan daratan tanpa memperhitungkan sistem hubungan ketiga area ini maka pembangunan kemaritiman tidak akan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat .Apalagi ketentuan batas hak pencaharian masyarakat hanya 12 mil dari daratan sangat merugikan rakyat,sementara pemerintah diberikan wilayah operasi penangkapan yang luas bagi armada asing yang sudah puluhan tahun merugikan masyarakat dipesisir laut. Pengrusakan daratan yang luas memberikan contribusi yang besar bagi pengrusakan pantai dan laut yang akan menerima berbagai sedimen yang merusak laut termasuk pencemaran yang tidak memberikan ruang bagi kehidupan biota laut.Tak dapat disangkal memang bahwa pembangunan bidang kemaritiman terabaikan selama tiga dasawarsa pada era pemerintahan orde baru. Perhatian dan cara pandang pemerintah kita hanya terkosentrasi hanya pada wilayah darat dan daerah perkotaan saja. Serta pengurasan SDA secara besar-besaran dengan alasan menjaga kestabilan Perekonomian Nasional. Walaupun pada pemerintahan Abdurahman Wahid (Gus Dur) telah didirikan Departemen Kelautan dan Perikanan. Namun pada kenyataannya spirit untuk bagaimana mengelola potensi dan kekayaan laut Indonesia belum sepenuhnya menjadi perhatian para pengambil kebijakan.
Adanya visi Presiden Jokowidodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, diharapkan mampu menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi nasional menuju masyarakat yang adil dan makmur. Tentunya untuk mewujudkan negara maritim sendiri ada 3 elemen yang perlu diperhatikan yaitu : Aspek hukum, pengelolaan dan keamanan. Ketiganya bukan merupakan elemen yang berdiri sendiri tetapi merupakan elemen yang saling terintegrasi satu dengan lainnya.Beragam pulau dan budaya yang berbeda menjadi warisan kekayaan yang dapat dijadikan kekuatan maupun peluang bagi pembangunan desa kemaritiman yang dapat dipersatukan dengan memperhitungkan kearifan local,agar pemerintah pusat dan daerah menjadikan desa sebagai Basis kemaritiman Pemberdayaan masyarakat pesisir diberbagai kepulauan yang ada di Maluku maupun didaerah lainnya di Indonesia.
Pembangunan desa maritim sendiri lebih menjurus pada aktifitas yang lebih bertumpuan pada kegiatan daerah pantai/ wilayah pesisir dan laut. Maluku merupakan provinsi di bagian timur Indonesia, yang merupakan provinsi kepulauan dengan memiliki sejuta pesona alam dan potensi laut yang begitu banyak.Namun dibutuhkan transportasi laut dan komunikasi antar pulau masih belum memadai sama sekali menyentuh kebutuhan masyarakat dalam kerangka melancarkan pertumbuhan ekonomi kemaritiman.Banyak persoalan yang harus dibenahi dalam menjalankan manajemen Birokrasi Pemerintahan untuk mengelola sumber-sumber hayati yang yang terkandung pada pesisir ,laut,maupun dibawah laut yang penuh dengan mineral seperti Block Marsela yang terkenal dengan gas abadinya.Untuk itu dibutuhkan pengembangan teknologi modern agar dapat menghubungkan pulau pulau dan laut di Maluku bagi pengelolaan berbagai sumber daya alam maupun sumber daya insani diwilayah kemaritiman Maluku.
Seperti dikatakan diatas Pembangunan desa maritim sendiri tidak dapat dilepaspisahkan dengan adanya fasilitas transportasi yang memadai.Penekanan transportasi komunikasi merupakan urat nadi pertumbuhan perekonomian,maupun industri kemaritiman dimana akses dari satu pulau ke pulau lainnya. Transportasi yang merupakan jantung pembangunan adalah hal yang mempengaruhi terselenggaranya pembangunan desa maritim yang sejalan dengan ide cemerlang presiden ke-7 Indonesia yaitu Jokowidodo yang ingin membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Pembangunan desa Maritim sendiri dapat terlaksana ketika adanya pemenuhan faktor-faktor pendukung terlaksananya pembangunan desa Maritim. Misalnya
• Transportasi yang memadai
• Adanya sumber daya manusia yang berkualitas
• Adanya focus pembangunan yang dimulai dari desa ke kota, dan bukan kota barulah ke desa
Pembangunan desa maritim sendiri dilakukan dengn berfocuskan pada aktifitas laut dan pesisir Karena yang disebut desa maritim sendiri merupakan aktifitas yang dilakukan pada wilayah laut yang memiliki keterkaitan pada wilayah darat. Selain itu, pengembangan sektor budaya dari wilayah pesisir perlu ditingkatkan.
Maluku sebagai bumi raja-raja ataupun juluka Bumi seribu pulau ini menyimpan begitu banyak potensi yang perlu dikaji lebih dalam lagi, mulai dari potensi alam sampai pada kearifan lokalnya. Apalagi jika dilihat bahwa pada bulan depan tepatnya bulan Maret merupakan bulan yang menjadi pesta rakyat wilayah pesisir.
Adanya kearifan lokal dari daerah pesisir setiap tahunnya yang jatuh pada bulan maret yaitu aktifitas “timba laor”. Timba laor ini merupakan kegiatan rakyat maluku yang dilakukan untuk mengambil hasil laut sejenis cacing laut yang memiliki nilai kandungan protein dan nilai gizi yang sangat tinggi.
Kegiatan ini dilakukan dengan cara menggunakan anyaman/saringan kecil yang berfungsi untuk mengambil laor. Hal ini dapat dijadikan festival tahunan/ festifal budaya. Selain pengenalan budaya bagi masyarakat luas, hal ini juga bertujuan untuk mempromosikan budaya daerah yang pastinya akan berdampak pada perekonomian daerah. Dengan adanya kedatangan wisatawan lokal ataupun mancanegara untuk melihat dan merasakan sendiri bagaiamana indahnya potensi alam laut di daerah Maluku serta beragamnya nilai budaya dari Bumi seribu pulau ini.
Hal yang paling penting untuk ketahui adalah Mutiara Hitam didasar laut tak akan diketahui atau memiliki nilai jual jika tidak melalui proses untuk dapat menjadi mutiara. Dapat dikatakan bahwa “Mutiara Hitam yang tersembunyi” mungkin inilah ungkapan yang dapat disampaikan untuk menggambarkan banyak potensi yang belum diketahui dan dikupas secara tuntas.Asset bangsa Maluku yang terpendam dibumi Maluku dapat diolah selaras dengan pembangunan desa maritim dikepulauan Maluku. Hal ini akan terlihat tidak memiliki dampak yang baik jika tidak ada usaha untuk melakukan perubahan/ pengembangan potensi dalam diri.(3/3/2015 Chris/Eka.M)

Share :

Baca Juga

WARNA WARNI

Nihi Sumba Island Terpilih sebagai Hotel Terbaik Dunia 2017

WARNA WARNI

Menteri Marwan Blusukan ke Desa Gogik

WARNA WARNI

Presiden Ajak Budayawan Menjadi Teladan Bagi Masyarakat

WARNA WARNI

Dana Desa Jangan Jadi Dana Bancakan Partai

WARNA WARNI

Tulungagung Kekurangan Ratusan Bidan Desa

WARNA WARNI

Usai Berkelahi, Napi Narkoba Ditemukan Tewas Tergantung
Dana Desa Turun, Kades Sidoarjo Diteror Oknum Tak Bertanggungjawab

WARNA WARNI

Dana Desa Turun, Kades Sidoarjo Diteror Oknum Tak Bertanggungjawab

WARNA WARNI

Granat minta BNN Tes Urine Kepala Desa
WhatsApp WhatsApp Redaksi