Home / POLITIK & HUKUM / SIARAN PERS / WARNA WARNI

Minggu, 8 Oktober 2017 - 23:20 WIB

Negara-Negara Arab di UNESCO Untuk Pertama Kali Menarik Resolusi anti-Israel .

Desa Merdeka – Ambon.
Melalui E-mail kontributor desa merdeka chris_sahetapy@yahoo.com , media online World Israel News mengirimkan laporan siaran pers yang dilansir Jerusalem post bahwa benarkah negara-negara Arab di UNESCO mengubah sikap mereka anti-Israel ?
Menurut duta besar Israel Carmel Shama Hacohen,
untuk organisasi UNESCO,
Anggota negara-negara Arab dari dewan eksekutif Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) diharapkan menarik resolusi dua tahunan mereka yang menolak kedaulatan Israel di Yerusalem.

Jerusalem Post melaporkan pada hari Minggu bahwa UNESCO diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara anti-Israel lagi pada hari Jumat, namun menurut Shama Hacohen, dewan tersebut akan setuju untuk menunda pemungutan suara selama enam bulan.
Menurutnya
“Waktulah yang menentukan apakah ada perubahan taktis atau pendekatan baru. Jika demikian, ini adalah kemajuan yang signifikan untuk membersihkan daftar dari hasutan dan politisasi terhadap kita dalam organisasi, “kata Shama Hacohen, menurut Jerusalem Post.

Baca Juga :  Nanti Kades Tak Berwenang Mengangkat dan Memberhentikan Perangkat Desa

“Ini bisa menjadi langkah penting menuju penghapusan usulan anti Israel sama sekali,” dia menggarisbawahi

UNESCO telah menyetujui beberapa resolusi anti-Israel di masa lalu. Resolusi 2016 yang mengabaikan hubungan Yahudi dengan situs -situs tersuci seperti gunung zion ((Temple mount) tembok atau dinding Barat (Western Wall) Jerusalem merujuk pada situs mereka sebagai Muslim seperti al-Haram al-Sharif dan Buraq Plaza, yang menciptakan krisis internasional.

Baca Juga :  Kemah Aksi: Bakti Kali untuk Bumi #1KaliKuning

Akhir pekan ini Israel untuk pertama kali bersiap untuk hadapi sebuah pertempuran dalam waktu kurang dari seminggu dan diharapkan dalam beberapa tahun terakhir , dewan eksekutif dapat memilih untuk tidak mengutuk Israel sama sekali.

Shama Hacohen mengatakan bahwa dia masih mempersiapkan semua opsi.

“Saya tidak akan percaya bahwa penundaan telah terjadi sampai saya mendengar sendiri putusan dan pengumuman yang berasal dari pimpinan organisasi ,” katanya.

Baru-baru ini, UNESCO memilih untuk mengumumkan Kota Tua Hebron, termasuk Gua para leluhur Israel sebagai sebuah situs warisan Palestina.

Oleh: Staf Berita dunia Israel .
Sumber : worldisraelnews.com
8 Oktober 2017.

Share :

Baca Juga

WARNA WARNI

Kehormatan Pejuang Sejati, Saat Memilih Dipenjarakan Demi Kebenaran Membela Bangsa Dan Negara.

WARNA WARNI

BNN Gagalkan Peredaran 30 Kg Sabu dari Malaysia

WARNA WARNI

Dana Desa cair bulan ini, Meranti terkendala Perbub

HEADLINE

Komunisme Adalah Peninggalan Yang Sudah Dibuang.

SIARAN PERS

Hari Tanpa Tembakau, Momentum Jaminan Kesehatan Masyarakat

WARNA WARNI

ENAM DESA DI KUTAI TAK MANFAATKAN DANA DESA

WARNA WARNI

Tilik Desa, Musthofa Gelontorkan Rp 17,6 miliar

SIARAN PERS

Kapal Peralon Siap Dipamerkan Di UBC Expo 2016 Di Jakarta
WhatsApp WhatsApp Redaksi