Home / HEADLINE

Minggu, 7 Agustus 2016 - 14:00 WIB

Menteri Desa Ungkap Strategi Tarik Investor ke Desa

Desa Merdeka – Jakarta : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, Indonesia memiliki ragam adat dan budaya yang dipegang erat oleh masyarakat adat. Masyarakat adat harus sejahtera secara ekonomi agar adat dan budaya dapat terus dilestarikan.

“Kementerian desa sudah membentuk pokja  masyarakat sipil yang memiliki mandat penguatan masyarakat adat. Selain itu, kita juga menggalakkan one village one product (satu desa satu produk) agar masyarakat adat di desa dapat mandiri dan mampu secara ekonomi,” katanya, Ahad (7/8).

Baca Juga :  50 Persen Desa Masih Miskin

Kalau mereka mampu secara ekonomi, mereka akan mampu melestarikan adatnya. One village one product adalah program yang akan mengembangkan satu unggulan dalam satu desa. Sistem ini dipercaya mampu menarik investor untuk berinvestasi mengembangkan ekonomi desa. Diharap ini bisa menarik  investor datang ke desa.

Baca Juga :  KPK Buat Aplikasi "Jaga Desa" Untuk Menjaga Pengelolaan Dana Desa

Kalau produksi produk unggulan fokus dan dalam skala besar, terang Eko, maka investor akan senang. Namun kalau skala kecil investor akan berat untuk berinvestasi. Menurutnya, masyarakat adat adalah bagian penting dari komponen negara. Ada sekitar 70 juta orang masyarakat adat yang jika diberdayakan akan menjadi potensi yang sangat besar. |ROL|

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Golkar: Integritas Itu Omong Kosong dalam Demokrasi
H. Muhammad Saal

HEADLINE

Kades Agar Hati-hati Pakai Dana Desa dan Stop Pungli

HEADLINE

Rencanakan Pembukaan Call Center Pengaduan Dana Desa
Puskesdes

HEADLINE

1.200 Desa di Bengkulu Belum Punya Puskesdes

HEADLINE

Pesta Miras, 4 Orang Peminum Tewas
Penantang Tangguh Cangkul Impor Tiongkok dari Dalam Negeri

HEADLINE

Penantang Tangguh Cangkul Impor Tiongkok dari Dalam Negeri
Marwan Jafar

HEADLINE

Kemendes PDTT Kembangkan Pendidikan Anak Usia Dini di Desa

HEADLINE

Laporan Belum Masuk, Dandes Tahap 2 di Kotamobagu Belum Bisa Cair
WhatsApp WhatsApp Redaksi