Home / SIARAN PERS

Selasa, 18 Oktober 2016 - 22:30 WIB

MASYARAKAT MBD BUTUH BTS, GEMA-MBD akan BERAKSI

Desa Merdeka – Ambon : Lagi-Lagi keluhan masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Provinsi Maluku yang sudah tertinggal dengan berbagai perkembangan informasi yang sementara melanda dunia sementara masyarakat yang baru saja mekar beberapa tahun lalu sangat membutuhkan komunikasi dan informasi agar setara dengan daerah lain di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan persoalan–persoalan yang terjadi dibelahan dunia khusus di Negara sendiri saja tidak diketahui masyarakat. Hal demikian disampaikan oleh Para Pemuda Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya di Ambon kepada Kontributor Desa Merdeka melalui Press Release hari kemarin 17/10/2016 yang isinya :

BTS (Base Transceiver Station) adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, dan jaringan nirkabel sementara operator jaringannya yaitu GSM, CDMA, dan TDMA. BTS mengirimkan dan menerima sinyal radio ke perangkat mobile dan mengkonversi sinyal-sinyal tersebut menjadi sinyal digital untuk selanjutnya dikirim ke terminal lainnya untuk proses sirkulasi pesan atau data dan BTS merupakan suatu elemen dalam jaringan seluler (Cell Network) yang berperan penting sebagai pemancar dan penerima sinyal dari handphone (MS/Mobile BTS (Base Transceiver Station).

Hal ini Sangat penting bagi pembangunan masyarakat untuk mengenal Informasi Teknology Komunikasi (ITC). Apalagi Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan salah satu Kabupten yang berbatasan langsung dengan Negara tetanga adalah Negara Timur Leste dan Negara Australia. Untuk itu sangat di butuhkan system digital untuk membangun secara cepat persoalan-persoalan Pertahanan Keamanan bila harus adacampur tangan dari pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten menghadapi tantangan yang mengancam  Masyarakat Maluku Barat Daya.

Baca Juga :  Asian Agri Gali Potensi Desa Cegah Karlahut

Sebaiknya pada era digital ini program Presiden Republik Indonesia adalah membangun Negara Indonesia ini dari Desa ke Kota sangat relevan bila komunikasi era digital menjadi sentrum bagi pengembangan yang dinomor satukan.  Apalagi  berdasarkan realita yang kurang mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dengan kondisi masyarakat  tertinggal jauh dari Kabupaten Kota yang berada di Provinsi Maluku. Olehnya masyarakat  membutuhkan  BTS di Kabupaten Maluku Barat Daya khusus disemua kecamatan MBD agar bias terhubung dengan Kota Kabupaten maupun daerah lain dan dunia.

Padahal BTS yang diharapkan  bagi Masyarakat Maluku Barat Daya tidak diperhatikanoleh Pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya ,Mengingat begitu banyak pulau-pulau yang ada, maka mengakibatkan kurangnya komunikasi (berinteraksi antara satu sama lain), berdasarkan fakta yang terjadi selama ini adanya berapa kecamatan di kabupten Maluku Barat Daya dari berdirinya Kabupten Malukun Barat Daya sampai saat ini sama sekali tidak ada kepedulian pemerintah Provinsi, Kabupaten dalam hal DINAS INFOKOM Provinsi Maluku, Maupun Kabupaten  untuk mendirikan BTS  disemua kecamatan khusus :  Kecamatan Dawelor Dawera, Kecamatan Pulau Masela, Kecamatan Mdona Hyera, Kecamatan Wetar, kecamatan Lirang dan Kecamatan Damer, salah satu contoh yang selama ini terjadi pada basudara kita yang berada di Kecamatan Pulau Masela.

Contoh  kalau mau menelpon basudara kita di rantau saja harus mereka mendaki gunung dengan menguras tenaga begitu banyak untuk menangkap sinjal dari Kecamatan Babar Timur, berdasarkan laporan dari salah satu masyarakat kepada kami GEMA-MBD AMBON bawah HP begitu banyak yang sudah di miliki oleh masyarakat MBD maupun adik-adik kita yang berusia dari 7 tahun sampe 15 tahun namun kegunaan dari HP tersebut hanya bisa mendengarkan lagu-lagu saja.

Baca Juga :  ANINDO menolak perubahan Nama Istora Gelora Bung Karno

Untuk itu kami masyarakat sangat membutuhkan kepedulian pemerintah Provinsai Maluku,maupun Kabupaten MBD berkoordinasi  dalam mengatasi masalah ini Ungkap salah satu Staf Desa Watuwei Bapak. Dace Wutwensa. Maka dengan ini, kami GEMA-MBD AMBON meminta dan mendesak DINAS INFOKOM Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten MBD dalam Hal ini Komisi yang membidanginya untuk secepatnya bisa menjawab kebutuhan kami masyarakat MBD. Masyarakat   selama ini menjadi apatis karena Pembanguan tidak menjadi idola Pemda MBD karena hal itu adalah salah satu kebutuhan mendasar yang harus cepat di penuhi oleh pemerintah.

Apabila permasalahan ini tidak di gubris oleh pihak INFOKOM Provinsi Maluku, Maupun Pemda Kab. MBD maka dalam waktu dekat kami akan mengkonsulidasikan semua komponen masyarakat MBD yang berada di Kota Ambon untuk kita sama-sama datang di Kantor DINAS INFOKOM Provinsi Maluku Maupun Kantor DPRD Provinsi Maluku untuk menagih permintaan kami dan apabilah tidak di respon dengan baik maka waktu itu juga kami melakukan aksi besar-besaran di Kantor Gubernur Maluku, Kantor DPRD Provinsi Maluku dan di muka Kantor Dinas INFOKOM Provinsi Maluku. Ambon 18/10/2016.a/n Pengurus GEMA-MBD Ketua Umum NUS TERMAS, S.Sos . Demikian Press Release yang dikirim kepada Kontributor Desa Merdeka. (18/10/2016/*Chris)

Share :

Baca Juga

POLITIK & HUKUM

Amnesty International Mendokumentasikan dan Mengekspos Penganiayaan Minoritas Rohingya di Myanmar selama 20 tahun lebih.

SIARAN PERS

Timsel Kabupaten/Kota Panwas Maluku Jangan merusak Demokrasi.

SIARAN PERS

PINTAR Peduli Internet Rakyat

SIARAN PERS

Perokok Bijak Mendukung Jokowi Tolak FCTC dan Terapkan Cukai Pada Produk Penyebab Gangguan Kesehatan

SIARAN PERS

Dua Prodi Fakultas Teknik Raih Akreditasi B

SIARAN PERS

Masuk Zona Merah Kemiskinan, 27 Desa di Banten Butuh Perhatian

SIARAN PERS

Hampir 650.000 Lamaran Kerja Setiap Bulannya Dikirim Melalui Karirpad

SIARAN PERS

5 INDUSTRI FAVORIT INI MEMILIKI TINGKAT KEPUASAN KERJA TERTINGGI
WhatsApp WhatsApp Redaksi