Home / SIARAN PERS

Sabtu, 6 Agustus 2016 - 11:21 WIB

Kudus: Jagong Kamulyan Peringati 1 Abad Qudsiyyah

Desa Merdeka – Kudus : Memperingati rangkaian 1 Abad Qudsiyyah Kudus, panitia menyelenggarakan ‘’Jagong Kamulyan: Pesan Damai dari Menara Kudus untuk Membangun Jawa Tengah dan Indonesia Lebih Baik’’.

Jagong Kamulyan digelar di Hotel Griptha Kudus, Kamis-Jum’at (4-5/8/2016). Kegiatan ini diikuti oleh para santri kiai dan santri Madrasah Qudsiyyah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, sejarahwan, aktivis mahasiswa hingga pelajar.

Jagong Kamulyan dibuka oleh sekretaris Kesbangpolinmas Jateng, Suwondo M.Si. Nampak hadir pada kesempatan itu, antara lain KH. Nadjib Hasan (ketua Yayasan Menara Masjid dan Makam Sunan Kudus), H. Abdul Hadi (ketua PCNU Kudus), KH. Badawi Basyir (pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah), dan Djati Sholehah (kepala Kesbangpol Kudus).

Baca Juga :  UMK Peringati HUT ke-71 RI: Menristekdikti Tekankan Pentingnya Inovasi

Selain itu ada Dr. Abdul Djalil M.EI. (akademisi STAIN Kudus), Dr. Subarhkah M.Hum dan Dr. Hidayatullah (akademisi Universitas Muria Kudus/UMK), H. Syafrul Kamaluddin (ketua Kadin Kudus), dan Aris Junaidi (mantan ajudan KH. Abdurrahman Wahid).

Suwondo dalam sambutannya menyampaikan, Jagong Kamulyan  membincang pesan damai dari Menara Kudus ini bertujuan meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

‘’Selain itu, untuk memperkokoh karakter dan jati diri generasi muda Indonesia, meningkatkan kemandirian, kedewasaan dan membangun karakter bangsa dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengidentifikasi persoalan-persoalan berikut langkah-langkah pencegahannya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Amnesty International Mendokumentasikan dan Mengekspos Penganiayaan Minoritas Rohingya di Myanmar selama 20 tahun lebih.

Adapun manfaat dari kegiatan itu, terangnya, yaitu agar masyarakat bisa mengenali jat diri bangsanya dan membangun karakter diri bangsa yang mulia, kemudian mentransormasikan kepada masyarakat di sekitarnya.

‘’Selanjutnya, yaitu untuk menumbuhkan paradigma perubahan pada masyarakat, terutama generasi muda serta pentingnya  membangun karakter bangsa, sehingga melahirkan kepedulian terhadap kemajuan bangsa,’’ paparnya.

Terkait tema yang diusung, dia memandang sangat penting, karena banyak nilai-nilai yang bisa digali dari keberadaan Menara Kudus. ‘’Kabupaten Kudus memiliki Menara yang memiliki filosofi dan makna sebagai cermin nyata warna-warni Kota Kudus yang menghormati tradisi Hindu di masa lampau,’’ jelasnya. (*)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Peluncuran buku panduan dan menyunting di Wikipedia bahasa Indonesia

POLITIK & HUKUM

Walikota Barkat : Yerusalem Berfungsi sebagai “Kota Pemersatu” Semua Agama .

SIARAN PERS

Hampir 650.000 Lamaran Kerja Setiap Bulannya Dikirim Melalui Karirpad

SIARAN PERS

Aroma Pungli Pembuatan Profil Desa di Bolmong Berhembus

SIARAN PERS

Beramal dengan Mendonorkan Darah itu Luar Biasa

SIARAN PERS

Infrastruktur melompat jauh, kedaulatan pangan jalan ditempat

SIARAN PERS

Ilmu Psikologi Alami Perkembangan di Berbagai Bidang

SIARAN PERS

Cirebon Jadi Desa Digital Percontohan
WhatsApp WhatsApp Redaksi