Home / POLITIK & HUKUM

Selasa, 23 Februari 2016 - 13:24 WIB

Kisah Bidan Desa yang Sukses Jadi Wakil Bupati

Desa Merdeka – Musi Rawas : SUWARTI sudah dilantik menjadi  Wakil Bupati Musi Rawas (Mura), Sumsel. Dia terlihat santai saat ditemui di kediamannya, daerah Kecamatan Megang Sakti, Sabtu (20/2). Mengenakan baju cokelat keemasan dipadu hijab hitam, Suwarti terus mengumbar senyum.

Tutur katanya mengalir, tidak terlihat gugup saat ditemui media. Maklum, kiprah Suwarti sebagai bidan desa, membuatnya terbiasa bertemu langsung dengan masyarakat.

Diceritakannya, dia merupakan pendatang di Mura. Dia   kelahiran Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), 27 Oktober 1959.

Profesinya sebagai bidan desa yang mengantarkanya ke wilayah Lan Serundingan Sekantenan ini . Awalnya mengaku tidak mengetahui sama sekali mengenai wilayah Kabupaten Mura dan sekitarnya.

Pertama kali merintis karir sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), dia ditempatkan sebagai bidan desa di SP3 Desa Trans Subur, Kacamatan Muara Lakitan, pada awal tahun 1983.

Baca Juga :  Kisah Inspirasi: Jangan Pelit dan Semena Mena

Saat itu kondisi serba sulit, akses jalan masih berkubang lumpur, listrik maupun penerangan tidak ada. Hj Suwarti sebagai bidan desa merangkap seluruh jabatan, seperti kepala UPTD kesehatan, sekaligus dokter pengganti. “Tenaga kesehatan waktu itu sangat minim, orang tidak mau kerja  di pelosok-plosok daerah,” kenangnya, kemarin.

Dalam melayani masyarakat, bidan muda Suwarti saat itu harus berjuang ekstra. Jalan tanah merah yang liat, terkadang berkubang bercampur lumpur, menjadi rute sehari-harinya.

“Saya dulu pake motor butut kalau mau melayani pasien. Sistemnya jemput bola, jika ada laporan warga sakit atau mau melahirkan saya yang datang ke rumah-rumah,” tuturnya.

Baca Juga :  SBY : Hansiiip.... Bubar Jalan...

Dia mengaku sangat kesulitan kala itu. Untuk kegiatan sehari-hari dia bersama masyarakat desa SP3 Trans Subur, cuma mengandalkan genset sebagai satu-satunya sumber penerangan yang bisa mereka dapat.

Satu tahun menjalani ikatan dinas, dia kembali dipindahkan menjadi bidan di Puskesmas O Mangungharjo, Kecamatan Tugumulyo hingga tahun 1989.

Beberapa tahun bertugas di Tugumulyo, Hj Suwarti kembali di pindahkan sebagai bidan di Kecamatan Megang Sakti sampai 2009. Sebenarnya, ibu empat anak dengan tujuh orang cucu ini, mengaku tidak terlalu menyukai dunia politik. Dia lebih condong menyenangi suasana alam, melakukan cocok tanam dan membantu masyarakat.

Share :

Baca Juga

DAERAH & DESA

Tanah Perkebunan PT. Nusa Ina ATM Aketernate digugat.

POLITIK & HUKUM

Teroris Mencoba Meledakan Pengadilan Militer di Samaria.

HEADLINE

Surat Direktur Amnesty Internasional Turki dibalik penjara Silivri.

POLITIK & HUKUM

Tidak Ada Alasan MK Tidak Memberikan Pemohon Yang Dirampas Hak Konstitusional: Komnas HAM Tunggu Permohonan Tertulis

POLITIK & HUKUM

Mahkamah Kehormatan DPR ke Inggris, Mengaku ‘Ditagih KBRI’

HEADLINE

Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965

POLITIK & HUKUM

Niko Kili Kili Akan Jadikan Kisar & Tiakor Serambi Maluku

POLITIK & HUKUM

Intelijen Jerman Bocorkan 3 Rahasia Iran Membeli Teknologi Nuklir Ilegal.
WhatsApp WhatsApp Redaksi