Home / PEKAT / PUSAT

Kamis, 8 Januari 2015 - 16:58 WIB

Jaksa Agung Lantik Seratus Jaksa Khusus Pemberantasan Korupsi

[JAKARTA-desamerdeka]  Jaksa Agung HM Prasetyo melantik seratus orang jaksa untuk Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK). Para jaksa tersebut akan ditugaskan untuk memberantas kasus-kasus korupsi yang selama ini belum terselesaikan di Kejaksaan Agung.

“Seratus orang jaksa terpilih ini dinilai memiliki kompetensi dalam penanganan dan penyelesaian tindak pidana korupsi,” ujar Prasetyo di Gedung Sasana Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2015).

Prasetyo mengatakan, jaksa yang terpilih untuk masuk ke dalam satgassus ini berasal dari kejaksaan pusat dan daerah. Para jaksa tersebut telah menjalani seleksi ketat, seperti penilaian rekam jejak, dan integritas, hingga dinyatakan lolos menjadi satgassus.

Adanya Satgassus ini, kata Prasetyo, sebagai langkah strategis bagi Kejaksaan untuk proses percepatan penyelesaian korupsi. Dengan begitu, ia berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adyaksa akan meningkat.

Baca Juga :  UU Kontra Terorisme Mulai Berlaku di Perancis.

“Oleh karena itu keberadaan satgassus ini sangat diharapkan dapat menjawab segala tuntutan untuk memenangi perang melawan korupsi,” ucap Prasetyo.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono mengatakan, satgassus ini sudah memiliki tugas masing-masing dalam rangka penanganan kasus korupsi. Nantinya, mereka akan dievaluasi untuk melihat apakah kinerja para satgassus tersebut memuaskan atau tidak. Satgassus ini juga akan bertanggung jawab kepada Jampidsus dan Jaksa Agung terkait kinerja mereka.

“(Satgassus ini) nanti akan bertanggung jawab pada ketua tim, ada sekretarisnya, ada anggota, kemudian tata usaha. Dan juga mereka ini bertanggung jawab pada Kasubdit, kepada direktur, kepada Jampidsus, kepada Jaksa Agung,” kata Widyo.

Baca Juga :  Polisi, BNN, & TNI laporkan Haris Azhar (Kontras) ke Polri

Satgassus dibagi menjadi beberapa tim, yakni 15 tim penyidikan yang masing-masing terdiri dari 5 orang, tujuh tim penuntutan yang masing-masing terdiri dari tiga orang, dan satu tim eksekusi yang terdiri dari empat orang. Sebelum menjalankan tugasnya, satgassus akan menjalani pendidikan kilat selama satu minggu di Badan Diklat Ragunan, Jakarta. Pembekalan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan, serta ahli-ahli hukum pidana, perbankan, minyak dan gas, hingga pertambangan.(Kompas.com)

 

 

 

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Daerah Terpencil Sulit Dapat Akses Kredit, Ini Strategi OJK

PUSAT

Dua Bulan Moratorium, Puluhan Triliun Diselamatkan dari Laut Indonesia
Pemerintah dan KPK Segera Luncurkan Aplikasi Pengawasan Dana Desa

HEADLINE

Pemerintah dan KPK Segera Luncurkan Aplikasi Pengawasan Dana Desa

POLITIK & HUKUM

Herman A. Koedoeboen SH,MSi Jabat Inspektur IV Jamwas Kejagung RI

PUSAT

Desa harus Jadi Basis Utama Swasembada Pangan Nasional

PEKAT

KPK Benarkan Status Tersangka Fredrich Yunadi

HEADLINE

Sebagian Besar Pemda Tidak Siap Terima Dana Desa

PUSAT

Hari Pertama Gubernur Safari Ramadhan di Masjid Darul Hikmah Lubeg
WhatsApp WhatsApp Redaksi