Home / POLITIK & HUKUM / SIARAN PERS / WARNA WARNI

Minggu, 22 Oktober 2017 - 16:07 WIB

Hamas Tidak Mengakui Negara Yahudi, Ingin Menghapuskan Israel.

Desa Merdeka – Ambon.Hamas tidak akan membahas pengakuan atas Negara Yahudi tersebut, “tetapi kapan kita akan menghapus Israel,” ditegaskan pemimpin Hamas dalam komentar yang ditujukan kepada Presiden Trump.

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, dalam diskusi meja bundar dengan pemuda di Jalur Gaza pada hari Kamis, mengecam tuntutan pemerintah Trump bahwa mereka harus meninggalkan tindakan kekerasan dan teror serta mengakui negara Yahudi .
Menurut pemimpin Hamas Sinwar bahwa mempertimbangkan perundingan perdamaian, “diskusi ini adalah membicarakan kapan kita akan menghapus Israel,” katanya, menurut kantor berita Hamas yang disiarkan Shehab, Times of Israel melaporkan.

“Tak seorang pun di alam semesta bisa melucuti kita. Sebaliknya, kami akan terus memiliki kekuatan untuk melindungi warganya, “Sinwar menegaskan. “Tidak ada yang bisa mengekstrak kita dari pengakuan kependudukan.”

Baca Juga :  Tahun Ini “Panen” Bantuan Desa, Bupati Cirebon Kumpulkan 124 Kuwu

Pernyataan Sinwar dibuat sebagai tanggapan atas sebuah pernyataan dari Utusan Khusus Mideastik AS Jason Greenblatt -yang menghadiri kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, partai penguasa Otorita Palestina (PA) yang isinya bahwa Hamas harus meninggalkan teror dan berkomitmen untuk melakukan perundingan damai dengan Israel jika ingin memainkan peran pemerintah Palestina.

“Pemerintah Palestina harus secara tegas dan eksplisit melakukan non-kekerasan, mengakui negara Israel,bersama pihak Fatah maupun Hamas harus menerima kesepakatan dan kewajiban sebelumnya termasuk melucuti tindakan teroris – dan berkomitmen untuk melakukan perundingan damai. Jika Hamas memainkan peran apa pun dalam pemerintahan Palestina, dia harus menerima persyaratan dasar ini, “kata Greenblatt.

Baca Juga :  Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku, Lulus Langsung Kerja dari BCA

Ini adalah pernyataan pertama yang dibuat oleh pihak Sekretaris Trump mengenai kesepakatan rekonsiliasi Palestina dan menyusul pengumuman Israel pada hari Selasa bahwa pihaknya tidak akan berpartisipasi dalam perundingan damai dengan PA selama Hamas menolak untuk mengakui Negara Israel dan menegaskan melanjutkan kegiatan terorisnya. Hamas juga harus dilucuti senjata serta mengembalikan tentara IDF dan warga sipil Israel yang ditahan. Tuntutan Israel lainnya, Palestina harus menjalankan kontrol keamanan penuh di Gaza dan memutuskan hubungan dengan Iran.
Demikian disampaikan kepada kontributor desa merdeka Ambon-Maluku oleh media united with israel melalui surat elektronik 21 oktober 2017.
Oleh: Terri Nir, United With Israel.
Sumber :http://unitedwithisrael.org

Share :

Baca Juga

WARNA WARNI

Surga Tersembunyi itu Bernama Pulau Sempu dan Segara Anakan

WARNA WARNI

Ganjar Dorong Pengaktifan Kembali Pasar Agropolitan Sumowono

WARNA WARNI

Nelayan Desa Kedungkarang Demak Operasikan ” Dogol “

WARNA WARNI

Tiga Dermaga Laut di Kabupaten MBD Tidak Memenuhi Syarat

WARNA WARNI

Presiden Minta Semua Pihak Siap Terapkan Online Single Submission

WARNA WARNI

Angkut BBM Ilegal, Pria Ini Terancam 6 Tahun Penjara

WARNA WARNI

Pembagian Dana Desa Tak Adil, Perang Suku Meletus Di Papua

WARNA WARNI

Lili Romli : Dana Desa Prioritas untuk Jalan dan Irigasi
WhatsApp WhatsApp Redaksi