Home / DAERAH & DESA

Selasa, 2 Agustus 2016 - 13:50 WIB

Gempa Sumbawa 5,6 Skala Richter Mengakibatkan 692 Rumah Rusak

Desa Merdeka – Mataram : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 692 rumah warga di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu mengalami kerusakan akibat gempa bumi 5,6 Skala Richter, Senin (1/8), pukul 06.04 WITA.

“Seluruh rumah yang rusak di Kecamatan Pekat, ada yang mengalami rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan,” kata Kepala BPBD NTB Muhammad Rum ketika dihubungi dari Mataram, Selasa (2/8).

Seluruh rumah yang rusak, kata dia, tersebar di delapan desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pekat, yakni di Desa Nangamiro terdata sembilan rumah rusak berat, empat rusak sedang dan 35 rusak ringan, Desa Kadindi Barat terdata 35 rumah rusak berat dan 227 rusak ringan, Desa Pekat 15 rumah rusak berat, tiga rusak sedang dan 19 rusak ringan.

Sementara di Desa Calabai terdata 11 rumah rusak berat, 17 rusak sedang dan 65 rusak ringan, Desa Kadindi Timur 10 rumah rusak berat, 33 rusak sedang dan 37 rusak ringan, Desa Karombo 6 rumah rusak berat, 10 rusak sedang dan 20 rusak ringan, Desa Sorinomo sebanyak 8 rumah rusak sedang dan 49 rusak ringan, sedangkan di Desa Tambora dilaporkan 4 rumah rusak berat dan 64 rusak ringan.

Baca Juga :  Wooow !!!! Enceng Membawa Rejeki Bagi Buruh Tani

Dari laporan yang diterima, kata Rum, sebanyak 91 rumah warga mengalami rusak berat. Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan secara detail untuk memastikan rumah tersebut benar-benar masuk kategori rusak berat.

“Dari laporan yang kami terima, pemilik rumah yang masuk kategori rusak berat masih bisa menempati rumahnya. Saya bersama bupati serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Dompu sudah meninjau sejumlah rumah rusak berat,” ujarnya.

Selain rumah, kata dia, gempa bumi juga menyebabkan rusaknya beberapa fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah ibadah. Namun, kondisinya tergolong rusak ringan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, terutama kegiatan belajar-mengajar.

Masyarakat di Kecamatan Pekat, kata Rum, tidak lagi trauma dengan gempa bumi tersebut. Hal itu terlihat dari normalnya aktivitas sehari-hari, seperti kegiatan transaksi jual-beli di pasar tradisional.

“Aktivitas sekolah jalan terus, kehidupan masyarakat berjalan normal, seperti tidak ada dampak psikologis akibat gempa bumi,” ujarnya.

Baca Juga :  Coba Adu Tembak dengan Petugas, Kurir Sabu Berpistol Terkapar Didor

Terkait dengan bantuan, Rum mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, seperti mi instan, sarden dan selimut.

Pemerintah daerah juga sudah menyalurkan bantuan beras sebanyak satu ton kepada para korban gempa bumi.

Meskipun ada rumah yang rusak berat, lanjut dia, pihaknya tidak melakukan upaya pengungsian atau mendirikan tenda darurat karena pemilik rumah memilih tetap bertahan di rumahnya dan sebagian tinggal di rumah keluarga terdekat.

“Kami juga tidak membuat dapur umum karena masyarakat lebih memilih masak sendiri di rumahnya, meskipun dalam kondisi rusak,” katanya.

Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa, NTB, diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter, Senin, pukul 06.04 WITA, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Stasiun Geofisika Mataram mencatat lokasi pusat gempa bumi berada di 8,23 lintang selatan – 117.86 bujur timur.

Gempa bumi tersebut berada di 63 kilometer (km) barat laut Dompu, pada kedalaman 18 km. |Ant|

Share :

Baca Juga

DAERAH & DESA

Sistem Beternak Lele Bioflog di Indonesia belum pernah berhasil

DAERAH & DESA

Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Durian laksanakan giat sosialisasi saberpungli

DAERAH & DESA

CAMAT TALAWAAN TURUN LANGSUNG DALAM OPERASI TRANTIBUM DI MAPANGET

DAERAH & DESA

2019, Pemkot Semarang Bangun Monorel Bandara-Simpang Lima

DAERAH & DESA

Keterlibatan dua Kepala Daerah di Bank Maluku.

DAERAH & DESA

Desa Unik Warganya Takut Tidur Pakai Kasur

DAERAH & DESA

Atap Paviliun 7 RSAL Dr Ramelan Ambruk, 4 Pasien Terluka

DAERAH & DESA

Camat Gili Genting Sumenep Diduga Sunat Dana Desa
WhatsApp WhatsApp Redaksi