Home / HEADLINE

Rabu, 3 Agustus 2016 - 14:37 WIB

Gapai Desa Mandiri, PSD Gandeng 7 Kampus

Desa Merdeka – Jakarta : Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT)  menggandeng tujuh  Universitas di Indonesia untuk  mewujudkan hadirnya Desa Mandiri. Aksinya, akan dibentuk laboratorium desa di beberapa wilayah sebagai percontohan.

Menurut Direktur Jenderal PPMD, Ahmad Erani Yustika, kehadiran Laboratorium Desa sebagai hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan model desa berbasis representasi masing-masing wilayah. “Harapannya desa pilot bisa menjadi sumber inspirasi bagi desa lain untuk mengikuti keberhasilan melalui pengawalan perguruan tinggi,” ujar Erani. Sebagai hasil akhir, diharapkan ada buku panduan yang bisa mengilhami desa lain berproses menuju kemandirian.

Erani menambahkan kehadiran Laboratorium Desa ini mempunyai pelbagai misi. Pertama, kerja kolaboratif antar pembangku kepentingan. Kedua, memastikan kedaulatan desa berpadu dengan corak dan karakter desa. “Sebagian karakter ini dijadikan sebagai pendiri negara dalam menyusun dasar negara kita,” ujarnya.

Kemudian visi lainnya, kata Dirjen Erani lagi, membuat Desa Mandiri dengan potensinya sendiri dan tidak menganggap modal utama pembangunan desa mesti datang dari pemerintah. Harap mafhum, dalam pandangan Erani, pokok terbesar persoalan desa bukan terletak dari minimnya sumber daya alam atau infrastruktur fisik, melainkan stok pengetahuan yang jauh tertinggal dari kota.  “Kehadiran Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya Kementerian Desa menggapai Desa Mandiri di seantero Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Miliki Kesamaan Prinsip, Korsel dan Indonesia Sepakat Bangun Desa

Sementara itu, Hanibal Hamidi, Direktur  Direktorat Pelayanan Sosial Dasar (PSD) pada Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Kemendesa PDTT.  “Laboratorium  Desa merupakan upaya strategis dalam mewujudkan mandat menjalankan Nawacita Ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa,” ujarnya.

Kampus digandeng dalam kerja kolaboratif pendampingan Laboratorium Desa. Di antaranya; Universitas Lampung di Provinsi Lampung, Universitas Brawijaya di Jawa Timur, Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah, Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat, Universitas Tadulako di Sulawesi Utara, Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat, Universitas Pattimura di Maluku, serta di penghujung ada Universitas Cenderawasih di Papua.

Laboratorium Desa berupaya menggambarkan bentuk desa yang ideal dari perspektif wilayah. “Hal tersebut sejalan dengan 3 matra pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Hanibal. Pertama, dari sisi keutamaan dan urgensi, memastikan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas lembaga masyarakat (Jaring Komunitas Wiradesa). Kedua, Dari sisi ekonomi, memastikan kolektivitas berbasis potensi lokal (Lumbung Ekonomi Desa), serta ketiga seluruh gerak pembangunan berbasis budaya dan sosial (Lingkar Budaya Desa).

Baca Juga :  Desa di Sleman Luncurkan Sistem Informasi Desa

Kehadiran Laboratorium Desa bertujuan menjadikan desa-desa pilot yang telah ditunjuk agar menjadi mandiri dan siap menjadi desa percontohan bagi desa sekitarnya. Terutama dalam pelayanan hal sosial dasar dan budaya. Di setiap wilayah, setiap perguruan tinggi nantinya mengasuh 2 desa sebagai pilot. Kehadiran desa pilot ini diharapkan untuk memudahkan desa lain dalam usaha menuju kemandirian agar saat perlu studi banding tidak perlu harus bertandang menjangkau wilayah lain yang jauh.

Upaya mendongkrak kehadiran jumlah Desa Mandiri lewat Laboratoriu Desa ini, menurut Hanibal, sejalan dalam upaya dengan target Kementerian Desa dalam upaya pelaksanaan pembangunan di 15.000 desa prioritas, mengentaskan 5.000 desa tertinggal serta berupaya meningkatkan 2.000 Desa Mandiri. Laboratorium Desa menjadi salah satu upaya untuk menggapai target tersebut. |Kemendes|

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Istri Terima BLT Masuk Rekening Bank, Suami Curiga Istri Selingkuh

DAERAH & DESA

DPRD Kota Ambon Diminta Kontrol Kinerja BAPPEKOT dan Skenario Tata Kota

DAERAH & DESA

Petani Jepara Berharap Pupuk Murah dan Tersedia

HEADLINE

Hanya Bertani Penduduk Desa di Jepang Berpenghasilan 2,85 miliar

HEADLINE

Surat Direktur Amnesty Internasional Turki dibalik penjara Silivri.

HEADLINE

Pendaftaran Online Tenaga Pendamping Desa 2016

HEADLINE

Sony Harry : Membangun Desa Adalah Membangun Konektivitas

HEADLINE

Indonesia Public Initiative Tempat Berkumpul dan Bertukar Fikiran
WhatsApp WhatsApp Redaksi