Home / DAERAH & DESA

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:47 WIB

Fakta Kegagalan Pemda Maluku

Desa-Merdeka-Ambon.
Indeks Desa Membangun (IDM) Maluku Rendah ( Suatu Kajian Akademis Populer, Fakta dan Data)
Berdasarkan Satus dan Klasifikasi Negeri yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, tentang Indeks Desa Membangun (IDM) mengklasifikasi Negeri (Desa) dalam lima tingkatan status, yaitu: (1). Negeri (Desa) Sangat Tertinggal; (2). Negeri (Desa) Tertinggal; (3). Negeri (Desa) Berkembang; (4). Negeri (Desa) Maju; dan (5). Negeri (Desa) Mandiri.

Penentuan klasifikasi status Desa ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, dengan ambang batas sebagai berikut:

  1. Negeri (Desa) Sangat Tertinggal : 0,491 dan 0,599 dan 0,707 dan 0,815

Berdasarkan klasifikasi di atas maka Dengan Indeks Desa Membangun (IDM) Maluku, 0,507 lebih rendah dari nilai IDM rata-rata Nasional 0,566 maka dapat dikatakan bahwa Provinsi Maluku masuk dalam kategori TERTINGGAL. Bertolak dari indikator IDM di atas maka ditetapkanlah status dan kalsifikasi Negeri di Maluku yang dilihat menurut Kabupaten/Kota. Kondisi ini dapat dilihat pada gambar dan tabel.

Baca Juga :  Bersaing Kursi Pimpinan Desa di Ciamis

Informasi tabel di atas jelas menunjukan kepada kita bahwa pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) di Maluku selama era reformasi dan otonomi belum mampu atau GAGAL untuk menjalankan tugasnya dengan baik dalam mensejahterakan Rakyat Maluku di setiap Kabupaten/Kota yang dipimpinnya. Harapan masyarakat yang dipercayakan kepada mereka dalam setiap proses PILKADA hanya sebatas harapan dan mimpi. Kepala daerah dan Para legislator GAGAL dalam mewujudkan JANJI dan KOMITMEN POLITIK mereka ketika memasuki tahapan dan proses PILKADA sebagai momentum demokrasi yang saat ini tumbuh subur di Negeri ini.

Tata kelola pemerintahan dan keuangan/anggaran daerah serta perilaku koruptif diduga menjadi sebab utama kegagalan pembangunan ini. Pemerintah Daerah (eksekutif dan legislatif) masing-masing disibukan dengan kegiatan-kegiatan politik untuk melanggengkan kekuasaannya. Sementara penempatan pimpinan SKPD dan jajaran dibawahnya tidak sesuai dengan kompetensi keilmuan dan keahliannya sehingga berimplikasi negatif terhadap manajemen pemerintahan yang menjadi tupoksi yang dijalankannya.

Baca Juga :  Ratusan Penjaja Air Demo , Tak Bisa Beli Dari Jepara

Disadari bahwa setiap tahun anggaran baru, banyak sekali program pembangunan yang direncanakan, namun saya perlu katakan bahwa proses perencanaan program pembangunan tidak didasarkan kepada KEBUTUHAN dan MUATAN LOKAL masyarakat untuk menjawab akar persoalan yang ada di setiap daerah, tetapi sifat perencanaan dan program lebih banyak kepentingan politik (vested interest) eksekutif dan legislatif.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang jumlah Negeri dan status Negeri di Maluku yang dikategorikan sebagai Negeri Maju, Negeri Mandiri, Negeri Berkembang, Negeri Tertinggal dan Negeri Sangat Tertinggal dan dibandingkan dengan Provinsi Lain di Kawasan Timur Indonesia, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

CATATAN:

ULASAN DETAIL AKAN DIMUAT DI BEBERAPA HARIAN DI KOTA AMBON SILAHKAN DISIMAK.

IKUTI JUGA KAJIAN KRITIS TENTANG KEMISKINAN MALUKU: MASALAH DAN KARAKTERISTIKNYA (SUTAU KAJIAN KOMPREHENSIF); JUGA KAJIAN SEKTOR UNGGULAN MALUKU BERDASARKAN ANALISIS LQ, SS, DAN OVERLAY

Oleh: Julius R. Latumaerissa
Ekonom dan Konsultan Perencanaan Daerah
dan Keuangan Publik(21/10/2017).

Share :

Baca Juga

DAERAH & DESA

Ikrar di Tugu Muda Semarang, Perekrutan Polisi Dijamin Gratis

DAERAH & DESA

Ganjil Genap, Bisa Mengalihkan 2.200 Pengendara Pribadi ke Transrtportasi Massal

DAERAH & DESA

Warga Dusun Di Temanggung Akses Internet Gratis

DAERAH & DESA

Disperindagkop dan UMKM Klaten, Dua Pasar Diprediksi Gagal Target

DAERAH & DESA

Tokoh Adat Romang Minta Gubernur Maluku Cabut Ijin GBU.

DAERAH & DESA

4 Orang Tenggelam di Curug Teko, Tiga Tewas Satu Hilang
Cegah Karlahut, Asian Agri Gencar Sosialisasikan Desa Bebas Api

DAERAH & DESA

Cegah Karlahut, Asian Agri Gencar Sosialisasikan Desa Bebas Api

DAERAH & DESA

Desa di Pelosok Berjuang Atasi Krisis Listrik
WhatsApp WhatsApp Redaksi