Home / WARNA WARNI

Selasa, 19 April 2016 - 12:51 WIB

Enclave Nasib 16 Desa di Tangan Kemenhut

Desa Merdeka – TANA PASER : Dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, ternyata 30 desa di antaranya masuk dalam kawasan hutan. Nah, dari 30 desa itu terdapat 14 desa yang masuk kawasan cagar alam, 15 desa masuk dalam kawasan budi daya kehutanan (KBK), dan satu desa dalam kawasan hutan lindung. Bukan hanya terisolasi, kesejahteraan masyarakatnya juga masih dalam garis kemiskinan.

Dalam upaya mengakomodasi aspirasi masyarakat desa yang masuk kawasan hutan tersebut, Pemkab Paser telah mengusulkan enclave sebagian kawasan hutan menjadi APL/KBNK dalam revisi RTRW Provinsi Kaltim seluas 135.966 hektare. Namun, yang direkomendasikan oleh tim terpadu RTRWP hanya seluas kurang lebih 37.675 hektare.

Kawasan hutan di Kabupaten Paser terdiri atas cagar alam seluas 107.787 hektare, taman hutan rakyat (tahura) seluas 3.965 hektare, hutan lindung seluas 123,805 hektare, dan hutan produksi seluas 445.266 hektare. Meski telah dilakukan penataan batas sejak 1991 hingga 2002 lalu secara bertahap oleh UPTD Planologi Kehutanan Balikpapan, namun sebagian besar masyarakat kabupaten Paser masih belum mengetahui di mana letak batas hutan yang dimaksud.

Baca Juga :  Damanhuri Ubah Program Mangkrak Jadi Lepas Krisis Air

Kepala Bappeda Paser Ambo Lala saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi enclave dalam kawasan cagar alam, tim teknis terpadu yang dibentuk dalam rangka revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltim, merekomendasikan dua kawasan cagar alam, yakni Teluk Adang dan Teluk Apar. Hal ini karena ada 16 desa yang masuk masuk kawasan tersebut.

“Desa yang masuk kawasan CA Teluk Adang ada di wilayah empat kecamatan, di antaranya seperti Desa Muara Telake, Maruat, Petiku, (Kecamatan Long Kali), Teluk Waru, Muara Adang (Long Ikis), Janju, Jone, Padang Pangrapat, (Kecamatan Tanah Grogot), Pasir Mayang, Pondong Baru, dan Harapan Baru (Kecamatan Kuaro). Sedangkan untuk kawasan CA Teluk Apar ada di wilayah dua kecamatan, di antaranya Desa Tanjung Aru, Labuang Kalo, Selengoy, dan Lori (Kecamatan Tanjung Harapan) serta Desa Sungai Langir (kecamatan Tanah Grogot),” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati MBD Biarkan Camat dan UPTD Potong Gaji ASN

Disebutkan Ambo Lala, untuk kawasan cagar alam Teluk Adang, dari total luasan 53.800 hektare, hanya 37.261,29 hektare saja yang dipertahankan sebagai kawasan cagar alam. Sedangkan, sisanya ditetapkan sebagai kawasan hutan produksi tetap seluas 3.962,23 hektare dan areal penggunaan lain (APL) seluas 14.221,57 hektare.

“Untuk kawasan cagar alam Teluk Apar dari total luasan 46.000 hektare, hanya 27.876 hektare saja yang dipertahankan sebagai kawasan cagar alam. Sedangkan, sisanya ditetapkan sebagai kawasan hutan produksi tetap seluas 3.969,08 hektare dan APL seluas 484,93 hektare. Jadi dalam hal ini, kita berharap hasil identifikasi dari tim teknis terpadu ini bisa segera terealisasi dan disetujui oleh menteri kehutanan,” tutupnya. |ian/rus|

Share :

Baca Juga

WARNA WARNI

Camat Pagelaran Sosialisasikan UU Desa

WARNA WARNI

Begitu Mudahnya Memperoleh Informasi Kegiatan TMMD Kodim Demak

WARNA WARNI

PT. Gema Hutan Lestari Tebang Hutan Pakai Politik Pecah Belah Marga Lesbassa

WARNA WARNI

Mendes: Jangan Kutip Dana Desa

WARNA WARNI

SIDOARJO GANDENG KOREA KEMBANGKAN DESA MANDIRI BERBASIS IT

WARNA WARNI

Kades Seminggu Tak Ngantor, Kegiatan Desa Terkendala

WARNA WARNI

Raja Luwak dari Liwa

WARNA WARNI

Bandul Pendulum politik Amin Rais pembawa petaka!
WhatsApp WhatsApp Redaksi