Home / DAERAH & DESA

Sabtu, 16 April 2016 - 23:12 WIB

Bu Menkes, Bidan Desa PTT Dipungli sampai Puluhan Juta, Tolooong

Desa Merdeka – JAKARTA : ‎Kebijakan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendataan bidan desa PTT di seluruh Indonesia, langsung dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Para bidan desa PTT ini, dipungli hingga puluhan juta rupiah.

“Kami mendapatkan laporan, hampir seluruh daerah ‎dikenakan pungli oleh oknum Dinas Kesehatan,” kata Eka Pangulimara Hutajulu, pengurus Konfederasi KASBI, Sabtu (16/4).

Dia menyebutkan, pengakuan para bidan ini, dana Rp 75 juta sampai Rp 150 juta itu hanya untuk masuk daftar saja. Sedangkan kepastian jadi PNS atau tidak, oknum Dinkes enggan memberikan kepastian.

Baca Juga :  Wawancara 'Kemiskinan Maluku karena Miskin Infra Struktur Dasar Ekonomi'

“Jadi kepada para bidan desa, oknum Dinkes bilang kalau mau masuk daftar harus bayar Rp 75 juta. Tapi orangnya tidak mau berjanji, bisa jadi PNS. Uang puluhan hingga ratusan juta itu hanya untuk pendataan saja,” ujar Eka dengan nada prihatin.

Baca Juga :  Demi Belajar soal Desa, Menteri Malaysia Datang ke Bogor

Hal ini diaminkan Ketum Forum Bidan Desa PTT (Pusat) Indonesia Lili‎k Dian Eka. Banyak anggotanya yang dipaksa menyetorkan uang perpanjangan SK kontrak kerja serta masuk daftar data base.

“Kemenkes sekarang lagi melakukan pendataan bidan desa. Nah ini dimanfaatkan para calo untuk mencari mangsa. Kawan-kawan kami banyak yang jadi korbannya,” ujar Lilik. |esy/jpnn|

Share :

Baca Juga

DAERAH & DESA

Pilihan Kepala Desa Tanpa Uang Tidak jalan

DAERAH & DESA

15 KANTOR DESA SIAP BANGUN DI BOLTIM

DAERAH & DESA

Banjir Bandung Selatan, Petugas Evakuasi Lansia dengan Tandu

DAERAH & DESA

APBDes disyahkan minggu ini, tahun depan naik

DAERAH & DESA

Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemdes Bagi Kasi Se Kabupaten Pemalang

DAERAH & DESA

Dana Nagari Direalisasikan April 2015

DAERAH & DESA

Awas !!!!! Jembatan Buko Demak Yang Ambles

DAERAH & DESA

Ferry : Desa Harus Aktif Jemput Bola
WhatsApp WhatsApp Redaksi