Home / WARNA WARNI

Senin, 2 Februari 2015 - 07:25 WIB

8 Pokok Masalah Pertanian

Desa Merdeka – Malang : Keterlibatan TNI dalam mendukung swasembada pangan, Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) Komandan Korem 083 Baladhika Jaya menuliskan setidaknya ada 8 pokok permasalahn penting. Dalam tulisan berjudul  “RENCANA AKSI SATUAN KEWILAYAHAN DALAM MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN” yang dirilis situs resmi TNI ( http://www.tniad.mil.id ) disebutkan 8 pokok permasalahan penting tersebut adlah :

Pertama, Dibeberapa daerah, alih fungsi lahan terjadi besar-besaran. Banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi area perumahan, industri dan sentra bisnis. Sektor pertanian terbatas dan sudah kalah dengan kapitalisme.

Kedua, sebagian masyarakat khususnya generasi muda bangsa yang sudah bergeser orientasinya dengan tidak lagi tertarik menjadi petani dan lebih memilih jalan hidup yang lebih menjanjikan dengan kehidupan perkotaan. Mereka menganggap petani tidak membawa hasil yang menjanjikan dan keuntungan yang diperoleh sedikit bahkan rugi.

Ketiga, terkait dengan tenaga penyuluh yang terbatas jumlahnya. Sesuai dengan data dari Kementerian Pertanian untuk jumlah tenaga Penyuluh yang ada hanya : 47.955 orang, sedangkan sesuai dengan norma indek yang diperlukan dihadapkan dengan luasnya lahan pertanian seharusnya tenaga penyuluh yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan petani sejumlah : 75.224 orang ). Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap intensitas penyuluhan dan pendampingan kepada petani terkait dengan beberapa perkembangan teknologi dan cara-cara up date dalam peningkatan produktifitas hasil tanaman.

Baca Juga :  Ribuan Ojol Akan Tumplek di Bunderan HI

Keempat, terkait dengan masalah pupuk termasuk sistem distribusinya, hal yang menonjol disini pupuk yang dibutuhkan oleh petani tidak tepat waktu dan tepat jumlah. Dari beberapa laporan kelompok tani dan petani penggarap sesuai hasil dialog dibeberapa wilayah (Dialog dilaksanakan oleh Danrem 083/Bdj, Forpimda, Dinas Pertanian dengan masyarakat petani di Kab. Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Bondowoso, Malang pada tanggal 18-21 Januari 2015), disampaikan bahwa masalah distribusi pupuk tidak lancar dan terlambat saat diperlukan serta harga bervariasi cenderung mahal. Disamping itu dibeberapa daerah, pupuk tidak disalurkan kepada daerah tersebut sesuai lokasi peruntukannya (ditimbun dan dialihkan, read:jawa Pos, 23 Januari 2015, Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif : 1 Ton pupuk selundupan dari Kab. Bondowoso dibawa menuju Kab. Jember, disita dan pemilik menjadi tersangka).

Baca Juga :  Presiden Minta Pemda Manfaatkan Teknologi Untuk Tingkatkan Pelayanan

Kelima, sistem irigasi. Permasalahan irigasi di beberapa tempat tidak sama, terdapat daerah yang irigasi cukup , daerah yang irigasi kurang bahkan terdapat daerah yang dalam kategori kering. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil serta berpengaruh terhadap IP (Indek Pertanaman) di masing-masing daerah.

Keenam, masalah hama. Hama yang terjadi saat ini yang menonjol adalah serangan dari tikus sawah. Hal ini tentunya juga berpengaruh terhadap prosentase hidup tanaman dan hasil yang tidak optimal.

Ketujuh, terkait dengan alsintan. Keberadaan alsintan yang masih terbatas dan belum memenuhi kebutuhaan petani juga menjadi faktor penghambat dalam proses pengolahan dan pemanenan.

Kedelapan, terkait dengan kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga padi, jagung dan kedelai. Hal ini juga menjadi bagian problem bagi petani penggarap, karena pada saat panen harga-harga tersebut turun yang tentunya dapat mempengaruhi besarnya keuntungan dan bahkan dapat juga menimbulkan kerugian, tetapi pada saat tidak panen harga terjadi kelonjakan/naik.

sumber : TNI

Share :

Baca Juga

WARNA WARNI

Jamin Keamanan Sedekah Laut (Syawalan) Personil Kodim Demak Di Terjunkan
TMMD

WARNA WARNI

Kegiatan Awal TMMD Sudah Mulai Tampak di Wilayah Demak

WARNA WARNI

Dana Desa Rp 3,3 Miliar untuk Wartawan di Blitar Dibatalkan

WARNA WARNI

Rayakan HUT Pomad, Pomdam VII Wirabuana Renovasi Masjid di Galesong

WARNA WARNI

Dana Desa Mengucur April diawasi BPK

WARNA WARNI

Marak Isu Hoaks di Medsos, Brimob Polda Jabar Datangi Desa-desa

WARNA WARNI

Sambut Ramadan, Presiden Jokowi Ajak Umat Jaga Toleransi dan Kerukunan

WARNA WARNI

Majalengka Terus Bina Desa Kelola Sampah
WhatsApp WhatsApp Redaksi